Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Tuesday, December 18, 2012

Semua Berasal dari Kebiasaan


Suatu hari Fa bai zhong seorang panglima tinggi ingin mempertontonkan keahliannya di hadapan masyarakat luas. Panglima tersebut memerintahkan prajuritnya untuk menyiapkan papan sasaran yang diletakkan cukup jauh dan 100 anak panah untuknya. Setelah semuanya siap, siangnya langsung ia memasuki lapangan pertunjukan dan semua masyarakat berduyun-duyun ingin melihat kehebatan panglima tersohor di negeri mereka. Semuanya penasaran bagaimana cara si panglima bisa melakukan itu semua.

Saat yang dinantikan tiba. Sang panglima menembakkan anak panahnya satu per satu ke sasaran. Semua rakyat bersorak gemuruh melihat satu per satu anak panah tepat mengenai sasaran. Memang luar biasa !! Dari 100 kali memanah, 100 anak panah tepat mengenai sasaran !! Walaupun beberapa kali angin bertiup kencang, anak panah sang panglima tersebut seakan-akan memiliki mata, sehingga tak satupun yang meleset.

Dengan wajah berseri-seri ia berkata pada rakyatnya, “Wahai rakyatku, saat ini kemampuan memanahku belum ada tandingannya, bagaimana pendapat kalian?” Semuanya bersorak-sorak akan kehebatan panglima tersebut. Mereka sangat bangga memiliki panglima yang hebat dalam memanah. Namun di antara semua orang yang memuji ada seorang kakek tua penjual minyak yang tiba-tiba berkata, “Panglima memang hebat, tapi itu semua hanyalah sebuah kebiasaan yang terlatih.”

Semua orang dan panglima itu sendiri kaget. Berani sekali si kakek tua tiba-tiba berkata demikian, seakan-akan ia lebih hebat dari panglima tersebut. Namun sebelum semuanya menjadi kacau kakek tua itu berkata, “Tunggu sebentar!” Sambil beranjak dari tempatnya, kakek tua itu mengambi uang logam cina yang memiliki lubang di tengahnya. Kemudian kakek tersebut meletakkan koin tersebut di atas sebuah botol. Dengan penuh keyakinan kakek tersebut mengambil sebuah gayung yang berisi penuh dengan minyak dan menuangkannya ke dalam botol tersebut melalui lubang uang koin. Walaupun lubang uang tersebut cukup kecil tapi tak satupun air minyak yang menyentuh permukaan uang tersebut. Semua minyak masuk ke dalam botol tepat melalui lubang dari uang logam tersebut.

Panglima dan rakyat pun tercengang melihat aksi kakek tua tersebut, dan langsung saja rakyat bersorak melihat keahlian sang tukang minyak yang memang luar biasa. Walau demikian sang kakek dengan merendah membungkukkan badan hadapan sang panglima. Ia kemudian mengucapkan kata-kata yang bermakna, “Semua yang bisa saya dan panglima lakukan hanyalah keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih. Kebiasaan yang terus-menerus diulang akan melahirkan keahlian!

Luar biasa !! Cerita tersebut memberikan inspirasi yang luar biasa, bahwa kita dapat melakukan suatu hal yang mustahil diawali dari sebuah kebiasaan. Untuk dapat meraih kesuksesan dalam hidup, kita memerlukan karakter yang sukses yang tentunya diisi dengan kebiasaan-kebiasaan orang-orang sukses. Kebiasaan-kebiasaan yang baik akan melahirkan suatu pola pikir positif, antusias, optimis, disiplin, integratif, tanggung-jawab dan lain sebagainya. Namun berhati-hati pula karena kebiasaan buruk yang dilakukan terus menerus juga akan menjadi boomerang bagi diri sendiri.

Habit is power ! Oleh karena itu kita harus mampu membiasakan diri dengan hal-hal yang positif dan berguna.
Sumber:carijodoh.com

Hikmah Dari Kegagalan



Saya tidak pernah merasa bosan untuk mengangkat tema tentang KEGAGALAN yang dialami dalam berikhtiar mendapatkan jodoh. Setelah semua kegagalan itu saya lewati, semuanya berakhir indah. Saya tidak pernah menyesali semua penolakan yang saya terima. Justru karena semua penolakan itu, akhirnya, saya bisa berjodoh dengan seseorang yang saya nilai nyaris sempurna. Coba kalau dulu saya jadi berjodoh dengan si fulani, apa jadinya dengan rumah tangga saya.

Penolakan sesungguhnya merupakan proses seleksi yang sedang Tuhan lakukan. Penolakan juga merupakan ujian atas kesabaran kita. Jadi, jangan terus rendah diri manakala ditolak cinta oleh seseorang. Setelah terjerembab dalam kegagalan, kewajiban kita hanyalah bangkit dan melanjutkan ikhtiar.

Mungkin saja kamu besungut-sungut, “Enak saja ngomong seperti itu. Sampeyan tidak tahu bagaimana sakitnya hati ini!”.

Harap tahu, kawan! Apa yang sedang kamu rasakan juga pernah saya rasakan. Bahkan mungkin saja jauh lebih sakit dari yang kamu rasakan. Saya pernah diterima lamaran oleh seseorang. Dan keberangkatan saya melamar seseorang itu disertai oleh tetangga sekampung. Hanya dalam hitungan minggu, tiba-tiba tunangan saya membatalkan secara sepihak rencana pernikahan yang telah dipersiapkan. Semoga kamu bisa merasakan bagaimana malunya saya oleh para tetangga.

Berkat menyandarkan semua kepercayaan kepada Tuhan, semua itu bisa dilewati dengan baik. Dan hanya dalam hitungan minggu pula, pascapenolakan itu saya bisa menikahi seorang gadis. Alhamdulillah, hingga hari ini kami bisa bertahan dari terpaan badai yang datang. Kami dikarunia anak-anak yang manis dan, insya Allah, salih dan salihah.

Saya berkali-kali mengalami penolakan, mulai dari penolakan tersirat sampai penolakan yang sangat kasar; mulai dari tidak ditemui, tidak dibukakan pintu, hingga dibiarkan kehujanan di luar. Saya sangat bersyukur telah diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk berkali-kali melewati semua kegagalan itu. Seluruh bentuk penolakan yang saya terima, ternyata sangat-sangat indah bila dikenang. Dan berkat kegagalan dan penolakan tersebut, saya bisa membekali anak-anak saya dengan rasa percaya diri dalam menghadapi galaunya kehidupan. Ternyata, semua ada hikmahnya. Petiklah semua hikmah dalam semua penolakan dan kegagalan. Insya Allah, kamu akan merasakan manfaatnya. Percayalah!
Sumber:carijodoh.com

Sunday, December 16, 2012

Allah Memberi Yang Terbaik Menurut Pandangan-Nya


Terkadang yang baik menurut pandangan manusia belum tentu baik menurut pandangan Allah. Dan yang buruk menurut pandangan manusia belum tentu buruk menurut pandangan Allah. Bisa jadi yang baik menurut pandangan manusia ternyata buruk menurut pandangan Allah dan sebaliknya yang buruk menurut pandangan manusia bisa jadi itu lah yang baik menurut pandangan Allah.
Hari ini, mendengan kabar yang menyenang dari seorang teman yang mendapatkan beasiswa S3 ke luar negeri dari pemerintah. Dia dan suaminya berhasil mendapatkan beasiswa itu bersama-sama sehingga keduanya pun bisa belajar di Negara yang sama dengan waktu yang sama. Sungguh indah hidup teman saya ini menurut pandangan saya. Lulus kuliah lansung menikah, mendaftar CPNS dan lansung lulus ditempatkan di sekolah favorit di suatu kota. Tak lama setelah menikah memiliki anak, sepasang putra dan putri. Memiliki rumah sendiri, bukan hanya 1 rumah tapi lebih dari itu ditambah dengan tanah yang luas. Dia pun mendapatkan kesempatan untuk kuliah S2, dan tidak lama setelah lulus saya pun mendengar dia dan suaminya berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa S3 ke luar negeri.
Menurut pandangan saya, lengkap dan begitu indahnya hidup teman saya ini. Kehidupan rumah tangga, karier dan pendidikannya sangat sukses. Terbersit dalam hati kecil saya, saya pun ingin merasakan indah dan nikmat hidup seperti teman saya tersebut. Menikah dengan pendidikan dan karier yang cemerlang. Tapi sungguh keadaan saya ini sangat bertolak belakang sekali dengan keadaan teman saya tersebut. Menikah belum, pekerjaan masih serabutan alias belum stabil, pendidikan pun cukup puas dengan S1, keinginan untuk melanjutkan pendidikan sangat kuat tapi keadaan ekonomi yang kurang kuat. Ada kalanya terlintas dalam hati saya sebagai manusia biasa. Ya Allah, kenapa saya tidak mendapatkan hal-hal menyenangkan seperti hidup teman saya tersebut. Dengan usia yang tahun ini mencapai usia 30 tahun, kenapa belum ada laki-laki yang berperan menjadi suami saya, qowwam saya. Kenapa sampai saat ini, saya belum juga diangkat menjadi PNS, kenapa Engkau sangat baik kepada orang lain tapi Engkau ‘pelit’ sekali kepada saya. Banyak pertanyaan kenapa yang memenuhu kepala saya. Seeprtinya saya ini tidak puas dengan apa yang telah Allah berikan kepada saya. Sepertinya Allah tidak adil kepada saya.
Astagfirulloh, seharusnya saya banyak beristigfar. Sungguh seharusnya kita yakin dan berbaik sangka kepada Allah. Allah tidak akan tidak pernah adil kepada hamba-Nya. Allah Yang Maha Tahu apa yang terbaik buat hamba-Nya, termasuk saya. Yang baik buat teman saya belum tentu baik buat saya. Yang indah buat untuk teman saya belum tentu indah buat saya di dalam pandangan Allah.
Inilah manusia, selalu tidak puas dengan keadaan hidupnya. Selalu merasa ketidakadilan. Kerap kali lupa bahwa Allah telah menetapkan rezeki masing-masing dari tiap hamba-Nya. Dan Allah pun akan menilai dan memberi sesuai dengan ikhtiar yang dilakukan oleh hamba-Nya. Mungkin saja Allah menganggap bahwa kit belum pasntas untuk mendapatkan apa yang seharusnya Allah akan berikan. Mungkin saja saat ini saya belum pantas untuk mendapatkan apa yang teman saya itu dapatkan. Belum pantas untuk menikah, belum pantas untuk menjadi PNS, belum pantas untuk meneruskan kuliah. Karena saya belum memantaskan diri utnuk mendapatkan itu semua. Atau bisa jadi menurut pandangan Allah, ilmu dan iman saya belum pantas mendapatkan itu semua. Bisa jadi Allah saat ini sedang mempersiapkan saya untuk pada suatu saat nanti pantas untuk memegang amanah menjadi seorang istri, siap memegag amanah menjadi seorang PNS, dan siap memegang amanah dengan pendidikan yang saya dapatkan. Karena jika semua yang kita dapatkan itu tidak untuk Allah semata maka akan sia-sia. Akan sia-sia ketika kita melalaikan amanah kita sebagai istri dan ibu dalam sebuah rumah tangga. Akan sia-sia ketika kita melalaikan tugas sebagai PNS, yaitu melayani umat. Alan sia-sia ketika pendidikan tinggi yang kita miliki ternyata tidak memberika maslahat pada umat. Seharusnya kita sebagai umat Islam, khususnya saya menyadari bahwa keindahan hidup seperti menikah, punya anak, menjadi PNS, sekolah tinggi bukanlah amanah yang ringan. Banyak yang harus dipersiapkan untuk menjalankan amanah tersebut. Ketika semua keindahan hidup tersebut hanya menjadi lembaran untuk memenuhi halaman buku kehidupan kita saja tanpa memberi arti bagi kehidupan orang lain maka akan sia-sia belaka, tanpa memberikan maslah pada banyak orang maka akan sia-sia saja.
Maka, seharusnya bukan mengeluh dan mempertanyakan ketidakadilan Allah saja. tapi diri kita yang harus memantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik dari Allah. Dan yakinlah bahwa Allah memang akan memberikan yang baik menurut pandangan-Nya buangan pandangan manusia. Allah akan memberikan sesuatu sesuai dengan nilai kepantasan yang kita miliki. Wallahu’alam

Thursday, November 8, 2012

Keluarga Adalah Harta Terbaik


Beberapa hari lalu saya menonton acara talk show yang ditayangkan oleh salah satu televisi swasta nasional kita. Peserta talk show adalah para artis perempuan yang menyandang status lajang. Usia mereka sudah melewati batas angka 30 bahkan ada yang telah berada pada kisaran 50.

Perbincangan pun berlangsung cukup seru dengan diselingi derai tawa para peserta. Sang pembawa acara memang sangat piawai dalam membuat riuhnya perbincangan tersebut sehingga talk show berlangsung dengan cukup gayeng.

Selama hampir satu jam acara tersebut berlangsung, saya menangkap kesan begitu ringannya para peserta talk show  dalam menanggapi makna pernikahan. Apakah hal ini dikarenakan faktor kepura-puraan ataukah memang pada kenyataannya memang tanggapan mereka seperti itu. Atau, jangan-jangan itu semua sebagai bentuk ekspresi keputusasaan yang disamarkan.

Pernikahan = Ibadah yang Paling Nikmat

Dari gerak keseharian dalam menjalankan bahtera pernikahan, kita mendapatkan pahala yang besarnya memang sangat luar biasa. Pernikahan memang bentuk ibadah yang paling nikmat. Jadi, tidak pada tempatnyalah jika kita memandang enteng pernikahan.

Saat ini kamu sedang berjuang keras agar bisa segera menangkap sepasang kuda penghela  kereta kencana pernikahanmu. Namun, jodoh masih tak kunjung jua datang. Tidak tepatlah jika keberhasilan yang tertunda tersebut menjadi alasan untuk menghentikan perjuanganmu. Tuhan telah mempersiapkan jodohmu. Yakinkan diri bahwa jodoh itu akan hadir bila tiba waktunya. Mendekatlah  pada Tuhan. Berikhtiar dan terus berikhtiralah dengan cara-cara yang dihalalkan oleh agama yang kita anut.

Pernikahan = Pencapaian Tertinggi Kehidupan di Dunia

Sesungguhnya pencapaian tertinggi dalam kehidupan di dunia ini terletak pada perjodohan kita dengan seseorang yang telah Tuhan siapkan. Dalam perjalanan selanjutnya kita akan berhadapan dengan, hujan, panas yang menyengat, bahkan  badai yang mengharu biru.

Kita mungkin akan terpuruk sebelum mampu bangkit kembali. Namun di atas keterpurukan itu, kita masih bisa menepuk dada karena masih memiliki harta paling berharga  yaitu keluarga: anak dan istri/suami kita.

Merekalah sumber inspirasi kehidupan kita di dunia ini. Jadi, jangan lantas berputus asa lalu memutuskan untuk hidup membujang sepanjang umur hanya karena jodoh yang dinantikan belum juga menampakkan batang hidungnya.

Berdoa, bersabar, bertawakal, dan berikhtiralah pada hari ini, esok, dan hari-hari selanjutnya. Man jada wajadda!

Monday, October 29, 2012

SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH ADALAH HARI ISTIMEWA


Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan
pakaian dalam dan membuka bungkusan berbahan sutra
"Ini, ......", dia berkata, "Bukan bungkusan yang
asing lagi". Dia membuka kotak itu dan memandang
pakaian dalam sutra serta kotaknya. "Istriku
mendapatkan ini ketika pertama kali kami pergi ke New
York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah
mengeluarkan bungkusan ini. Karena menurut dia, hanya
akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa.


Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan
bungkusan hadiah didekat pakaian yang dia pakai ketika
pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja meninggal.
Dia menoleh padaku dan berkata :
"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN
ISTIMEWA, SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH KESEMPATAN
YANG ISTIMEWA !"


Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya
mengubah hidupku. Sekarang aku lebih banyak membaca
dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa tanpa
khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih
banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu
bekerjaku. Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya
menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak
semata-mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja.


Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku
menggunakan gelas-gelas kristal setiap hari. Aku akan
mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket,
jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan parfum
specialku untuk kesempatan istimewa, aku
menggunakannya kemanapun aku menginginkannya.
Kata-kata "Suatu hari " dan Satu saat nanti
....."sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat,
mendengar dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi
berharga, aku ingin melihat, mendengar atau
melakukannya sekarang.


Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku
apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi
berikutnya, ini yang tak seorangpun mampu
mengatakannya. Aku berpikir, dia mungkin sedang
menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya.
Barangkali juga dia menelpon teman lama untuk berdamai
atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Aku suka
berpikir bahwa dia mungkin pergi makan Martabak
Spesial, makanan favoritnya. Semua ini adalah hal-hal
kecil yang mungkin akan aku sesali jika tak aku
lakukan, jika aku tahu waktu sudah dekat.


Aku akan menyesalinya, karena aku tidak akan lebih
lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui,
juga surat-surat yang ingin aku tulis Suatu hari
nanti". Aku akan menyesal ! dan merasa sedih, karena
aku tidak sempat mengatakan betapa aku mencintai
orangtuaku, saudara-saudaraku dan teman2ku.
Sekarang, aku mencoba untuk tidak menunda atau
menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa
membuatku menikmati hidup. Dan, setiap pagi, aku
berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan
menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap jam, setiap
menit, adalah istimewa.


Apabila kamu mendapatkan pesan ini, itu karena
seseorang peduli padamu, dan karena mungkin ada
seseorang yang kamu pedulikan. Jika kamu terlalu sibuk
untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain dan kamu
berkata kepada dirimu sendiri bahwa kamu akan
mengirimkannya "Suatu saat nanti", ingatlah bahwa
"Suatu saat" itu sangat jauh ....... Dan mungkin tidak
akan pernah datang .

Jadikan Masalah Sebagai Hadiah



Tidak ada manusia yang terlahir tanpa masalah. Banyak dia ntara kita menganggap masalah adalah momok yang menakutkan dan menyeramkan, dan tentunya tidak ada manusia yang mau menerima masalah. Tapi apbila kita mau meihat sisi lain dari suatu masalah kita bias mendapatkan pelajaran baru dalam hidup ini.

Masalah dapat memberikan pengalaman yang belum tentu didapatkan oleh orang lain, kita semakin dewasa dan semakin kuat dalam menjalani hidup ini.

Jadi ucapkan salam dan selamat dating pada masalah dan jalani dengan kesabaran.

Di balik cobaan pasti tersimpan suatu yang indah.

ngatlah semakin tuhan memberikan cobaan,maka kita adalah termasuk golongan orang yang disayang tuhan.

Masalah adalah anak tangga yang menuju pada kekkuatan lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak masuk jalur keberhasilan. Bahkan hidup inipun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Monday, October 22, 2012

Motivasi Pemompa Semangat


Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik.Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri

Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan

Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.


Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan

Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu

Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah

Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan

Bila anda belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan

Semoga akan menjadi pemompa semangat buat sahabat Jelajah Hidup yang ingin maju ....

8 Etos Pendongkrak Gairah Kerja



 
Hidup hanya menyediakan dua pilihan: mencintai pekerjaan atau mengeluh setiap hari. Jika tidak bisa mencintai pekerjaan,maka kita hanya akan memperoleh "5-ng": ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, dan ngeyel.
Punya masalah dengan semangat kerja? Jangan gundah gulana, Anda tidak sendirian.Banyak orang lain yang punya problem serupa. Namun, bukan tidak ada solusinya!

Hampir semua orang pernah mengalami gairah kerjanya melorot. "Itu lumrah," kata Jansen Sinamo, ahli pengembangan sumber daya manusia dari Institut Darma Mahardika, Jakarta. Meski lumrah, "impotensi" kerja harus diobati.
Cara terbaik untuk mengatasinya, menurut Jansen, dengan langsung membenahi pangkal masalahnya, yaitu motivasi kerja. Itulah akar yang membentuk etos kerja.
Secara sistematis, Jansen memetakan motivasi kerja dalam konsep yang ia sebut sebagai "Delapan Etos Kerja Profesional". Sejak 1999, ia aktif mengampanyekan gagasan itu lewat berbagai pelatihan yang ia lakukan.Memahat yang tak terlihat..

Etos pertama: kerja adalah rahmat.
Apa pun pekerjaan kita, entah pengusaha, pegawai kantor, sampai buruh kasar sekalipun, adalah rahmat dari Tuhan. Anugerah itu kita terima tanpa syarat,seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun. Bakat dan kecerdasan yang memungkinkan kita bekerja adalah anugerah.Dengan bekerja, setiap tanggal muda kita menerima gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan bekerja kita punya banyak teman dan kenalan,punya kesempatan untuk menambah ilmu dan wawasan, dan masih banyak lagi.Semua itu anugerah yang patut disyukuri. Sungguh kelewatan jika kita merespons semua
nikmat itu dengan bekerja ogah-ogahan.

Etos kedua: kerja adalah amanah.
Apa pun pekerjaan kita, pramuniaga, pegawai negeri, atau anggota DPR, semua adalah amanah. Pramuniaga mendapatkan amanah dari pemilik toko. Pegawai negeri menerima amanah dari negara. Anggota DPR menerima amanah dari rakyat. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela,misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya.

Etos ketiga: kerja adaah panggilan.
Apa pun profesi kita, perawat, guru, penulis, semua adalah darma. Seperti Darma Yudistira untuk membela kaum Pandawa. Seorang perawat memanggul darma untuk membantu orang sakit. Seorang guru memikul darma untuk menyebarkan ilmu kepada para muridnya. Seorang penulis menyandang darma untuk menyebarkan informasi tentang kebenaran kepada masyarakat. Jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan, kita bisa berucap pada diri sendiri, "I'm doing my
best!" Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya.

Etos keempat: kerja adalah aktualisasi.
Apa pun pekerjaan kita, eutah dokter, akuntan, ahli hukum, semuanya bentuk aktualisasi diri. Meski kadang membuat kita lelah, bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa "ada". Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. Secara alami, aktualisasi diri itu bagian dari kebutuhan psikososial manusia.
Dengan bekerja, misalnya, seseorang bisa berjabat tangan dengan rasa pede ketika berjumpa koleganya. "Perkenalkan, nama saya Miftah, dari Bank Kemilau." Keren 'kan?

Etos kelima: kerja itu ibadah.
Tak peduli apa pun agama atau kepercayaan kita, semua pekerjaan yang halal merupakan ibadah. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas, bukan demi mencari uang atau jabatan semata. Jansen mengutip sebuah kisah zaman Yunani kuno seperti ini: Seorang pemahat tiang menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengukir sebuah puncak tiang yang tinggi. Saking tingginya, ukiran itu tak dapat dilihat langsung oleh orang yang berdiri di samping tiang. Orang-orang pun bertanya,buat apa bersusah payah membuat ukiran indah di tempat yang tak terlihat? Ia menjawab, "Manusia memang tak bisa menikmatmnya. Tapi Tuhan bisa melihatnya."
Motivasi kerjanya telah berubah menjadi motivasi transendental.
Warisan tak ternilai

Etos keenam: kerja adalah seni.
Apa pun pekerjaan kita, bahkan seorang peneliti pun, semua adalah seni.Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. Jansen mencontohkan Edward V Appleton, seorang fisikawan peraih nobel.Dia mengaku, rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya. "Antusiasmelah yang membuat saya mampu bekerja berbulan-bulan di laboratorium yang sepi," katanya. Jadi, sekali lagi, semua kerja adalah seni. Bahkan ilmuwan seserius Einstein pun menyebut rumus-rumus fisika yang njelimet itu dengan kata sifat beautiful.

Etos ketujuh: kerja adalah kehormatan.
Seremeh apa pun pekerjaan kita, itu adalah sebuah kehormatan. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik, maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. Jansen mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis), meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. Baginya, menulis merupakan sebuah kehormatan. Hasilnya, kita sudah mafhum. Semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia.

Etos kedelapan: kerja adalah pelayanan.
Apa pun pekerjaan kita, pedagang, polisi, bahkan penjaga mercu suar, semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama. Pada pertengahan abad ke-20 di Prancis, hidup seorang lelaki tua sebatang kara karena ditinggal mati oleh istri dan anaknya. Bagi kebanyakan orang, kehidupan seperti yang ia alami mungkin hanya berarti menunggu kematian. Namun bagi dia,tidak. Ia pergi ke lembah Cavennen, sebuah daerah yang sepi. Sambil menggembalakan domba, ia memunguti biji oak, lalu menanamnya di sepanjang lembah itu. Tak ada yang membayarnya. Tak ada yang memujinya. Ketika meninggal dalam
usia 89 tahun, ia telah meninggalkan sebuah warisan luar biasa, hutan sepanjang 11 km! Sungai-sungai mengalir lagi. Tanah yang
semula tandus menjadi subur. Semua itu dinikmati oleh orang yang sama sekali tidak ia kenal.

Di Indonesia semangat kerja serupa bisa kita jumpai pada Mak Eroh yang membelah bukit untuk mengalirkan air ke sawah-sawah di desanya di Tasikmalaya,Jawa Barat. Juga pada diri almarhum Munir, aktivis Kontras yang giat membela kepentingan orang-orang yang teraniaya.
"Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan dilengkapi keinginan untuk berbuat baik," kata Jansen. Dalam bukunya Ethos21, ia menyebut dengan istilah rahmatan lil alamin (rahmat bagi sesama).
*Menurut Jansen, kedelapan etos kerja yang ia gagas itu bersumber  pada kecerdasan emosional spiritual. Ia menjamin, semua konsep etos itu bisa diterapkan di semua pekerjaan.
"Asalkan pekerjaan yang halal," katanya. "Umumnya, orang bekerja itu 'kan hanya untuk nyari gaji. Padahal pekerjaan itu punya banyak sisi," katanya. Kerja bukan hanya untuk mencari makan, tetapi juga mencari makna. Rata-rata kita menghabiskan waktu 30 - 40 tahun untuk bekerja. Setelah itu pensiun, lalu manula, dan pulang ke haribaan Tuhan. "Manusia itu makhluk pencari makna. Kita harus berpikir, untuk apa menghabiskan waktu 40 tahun bekerja.Itu 'kan waktu yang sangat lama," tambahnya.

Ada dua aturan sederhana supaya kita bisa antusias pada pekerjaan.
Pertama, mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat. Dengan begitu, bekerja akan terasa sebagai kegiatan yang menyenangkan. Jika aturan pertama tidak bisa kita dapatkan,
gunakan aturan kedua: kita harus belajar mencintai pekerjaan. Kadang kita belum bisa mencintai pekerjaan karena belum mendalaminya dengan benar. "Kita harus belajar mencintai yang kita punyai dengan segala kekurangannya," kata sarjana Fisika ITB yang lebih suka dengan dunia pelatihan sumber daya manusia ini.

Hidup hanya menyediakan dua pilihan: mencintai pekerjaan atau mengeluh setiap hari. Jika tidak bisa mencintai pekerjaan, maka kita hanya akan memperoleh "5-ng": ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, dan ngeyel. Jansen mengutip filsuf Jerman, Johann Wolfgang von Goethe, "It's not doing the thing we like, but liking the thing we have to do that makes life happy."

"Dalam hidup, kadang kita memang harus melakukan banyak hal yang tidak kita sukai. Tapi kita tidak punya pilihan lain. Tidak mungkin kita mau enaknya saja. Kalau suka makan ikan, kita harus mau ketemu duri," ujar pria yang kerap disebut sebagai Guru Etos ini. Dalam dunia kerja, duri bisa tampil dalam berbagai macam bentuk. Gaji yang
kecil, teman kerja yang tidak menyenangkan, atasan yang kurang empatik, dan masih banyak lagi. Namun, justru dari sini kita akan ditempa untuk menjadi lebih berdaya tahan.

Dalam urusan etos kerja, bangsa Indonesia sejak dulu dikenal memiliki etos kerja yang kurang baik. Di jaman kolonial, orang-orang Belanda sampai menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Ini berbeda dengan, misalnya, etos Samurai yang dimiliki bangsa Jepang. Mereka terkenal sebagai bangsa pekerja keras dan ulet.

Namun, Jansen menegaskan, pekerja keras sama sekali berbeda dengan workaholic. Pekerja keras bisa membatasi diri, dan tahu kapan saatnya menyediakan waktu untuk urusan di luar kerja. Sementara seorang workaholic tidak. Dalam pandangan Jansen, kondisi kerja yang menyenangkan adalah kerja bareng semua pihak. Bukan hanya bawahan, tapi juga atasan. Sering seorang atasan mengharapkan bawahannya bekerja keras, sementara ia sendiri secara tidak sengaja melakukan sesuatu yang melunturkan semangat kerja bawahan. Jansen memberi contoh, atasan yang mengritik melulu jika bawahan berbuat keliru, tapi tak pernah memujinya jika ia menunjukkan prestasi.

Secara manusiawi hal itu akan menyebabkan bawahan kehilangan semangat bekerja.Buat apa bekerja keras, toh hasil kerjanya tak akan dihargai. Ingat, pada dasarnya manusia menyukai reward.

Konosuke Matsushita, pendiri perusahaan Matsushita Electric Industrial (MET)punya teladan yang bagus. Pada zaman resesi dunia tahun 1929-an, pertumbuhan ekonomi Jepang anjiok tajam. Banyak perusahaan mem-PHK karyawan. MEI pun terpaksa memangkas produksi hingga separuhnya. Namun, Matsushita menjamin tak ada satu karyawan pun yang bakal terkena PHK. Sebagai gantinya, ia mengajak semua karyawan bekerja keras. Karyawan-karyawan bagian produksi dilatih untuk menjual. Hasilnya benar-benar ruarrr biasa. Mereka bisa berubah menjadi tenaga marketing andal, yang membuat Matsushita menjadi salah satu perusahaan terkuat di Jepang.

Sumber: JelajahHidup.blogspot.com

10 Kisah yang Penuh Motivasi




1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu.

Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, "Pasti ibu yang memecahkan piring itu." "Bagaimana kamu tahu?" kata si Ayah. "Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain," sahut anaknya.

Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran



2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat.

Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, "Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona."

Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda. 

3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, "Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!"

Sedangkan guru dari Barat akan bilang, "Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!"

Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.

4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, "Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!"

Istrinya secara spontan menjawab, "Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur." Suaminya dengan tenang menjawab, "Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya."

Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.

5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.

Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, "Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!"

Orang tersebut menjawab, "Saya harus mengejarnya . . ." Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, "Saya adalah pengemudi dari bus ini!"

Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!

Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.